
Kali
ini saya gak bahas yang muluk-muluk sih atau sesuatu yang berputar-putar dan
berbelit-belit. Kalau dari judulnya sih kebayangkan sih mau bahas apa? Hahahaha
Yap..yap..yap..
ya kalian bener banget. Sesuai judulnya gue kasih kata-kata bijak dan
memotivasi yang akan meluruskan jalan saudara-saudari pembaca yang budiman.
Tapi, kayaknya sih kurang tepat juga dibilang gitu. Jadi kalian baca ja dulu
biar kalian nilai sendiri. Hihihi

Pasti
para pembaca sekalian pernah nonton film asal Negara Hongkong yang berjudul “A
Simple Life”. Pasti tahu deh gimana menakjubkan film ini dengan berbagai
penghargaan yang mengalir mengikuti kesuksesan film tersebut di berbagai
bioskop Hongkong. Ehm, bagi yang belum tahu silahkan ikutan saja alur artikel
ini.
Uhmm,
mulai dari mana yaa?? Oh, iya ceritanya tentang seorang guru hebat yang
mempunyai perguruan ternama yang berkelahi untuk mempertahankan perguruannya.
Eitss.. maaf gak lucu yaa. Okee, bagi yang pernah nonton tahu intinya yang
bercerita tentang seorang pembantu yang setia bekerja untuk sebuah keluarga
sampai empat generasi.
Awalnya,
saya sih nonton ya biasa aja. Dari segi cerita datar-datar doang dan tanpa
dihiasi hebatnya wajah-wajah artis yang menawan. Ceritanya juga gak jelas
tujuannya. Tapi, karena waktu itu lagi gak ada tontonan yang rame, coba ja deh
nonton. Kalo-kalo ja cerita berubah jadi cerita tragis atau berubah menjadi
drama yg penuh trailer pembunuhan. Tapi yang saya takap setiap kali film ini
tayang di salah satu chanel prabayar adalah pesan yang membekas dan merema di
diri saya.
Bukan
karena ceritanya yang hebat, tetapi cara penyajian film ini yang menyentuh
perasaan para penontonnya. Pesan film ini benar-benar tersampaikan tepat bagi
saya. Seperti judulnya, film ini sederhana tetapi karena itulah banyak yang
merasakan pesan film ini tersampaikan dengan jelas.
Kita
sering terlalu keras berpikir, kadang kala kita sendirilah yang suka bikin
hidup ribet sendiri. Hidup itu memang sederhana. Ya, gak salah itu benar.
Tetapi bagaimana kita memaknai hidup ini dan menghargainya itulah yang penting.
Kadang kala itu yang sering membuat orang terpeleset. Salah memaknai hidup,
saat kita terjatuh. Saya juga belajar dari kisah ini. Bagaimana saya gunakan
hidup ini dengan penuh dedikasi dan bukan sibuk mengurusi keburukan orang lain
tapi pedulilah pada kepahitan yang dialaminya. Seperti itu juga saya diajari
oleh kedua orang tua saya, teman-teman, kakak-kakak hebat yang membimbing saya.
Jadi gunakan hidup kalian dengan baik yaaa!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar